Modul Kewirausahaan (X) :Pemasaran

Penjualan yang efektif merupakan bagian penting bagi keberhasilan hampir semua jenis usaha. Dalam mengembangka kemampuan siswa sebagai seorang wirausaha, mencapai hasil terbaik tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan tentang produk, tetapi juga pemahaman akan  konsumen dan  kemampuan berkomunikasi yang  bisa menghasilkan penjualan. Dalam menjalankan penjualan yang sukses maka seorang wirausaha harus memiliki kemampuan meliput semua  aspek proses penjualan, memberi saran  tentang pendekatan yang benar,  penataan diri,  cara  memahami dan menangani kebutuhan konsumen, serta mengembangkan  keterampilan penting seperti presentasi dan negosiasi. Dan yang paling penting adalah proses Latihan menilai diri membantu mengevaluasi  dan meningkatkan kemampuan menjual.


Bagi seorang wirausaha sangat penting untuk memahami  konsumen dan kemudian memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi konsumennya. Memahami konsumen akan memberikan informasi mengenai kebutuhan produk dan bagaimana mendekati konsumen yang pada akhirnya akan membantu memperkuat kepercayaan  diri bagi seorang  wirausaha. Hal ini sangat penting mengingat  sering kali seorang wirausaha harus memulai usahanya dengan menjual produknya secara retail atau langsung kepada konsumen.  Dalam sejarah panjang  wirausaha yang  sukses menunjukkan bahwa kemampuan mengembangkan perusahaan dan bisnis berawal dari kemampuan memahami konsumen.

Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Ghandi)


10.2.          Definisi Pemasaran

Pemasaran adalah aliran produk secara fisis  dan ekonomik dari  produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain  menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang  membuat individu/kelompok mendapatkan apa  yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain.  Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.

Kotler (1997) mengatakan bahwa pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai di dalam pasar. Proses pemasaran merupakan  kelanjutan dari proses produksi yang bertujuan agar apa yang telah diinvestasikan  dalam kegiatan produksi dapat diperoleh kembali dengan memperoleh keuntungan dari hasil penjualan sebagai  imbalan investasi yang  telah dilakukan.

Dalam kegiatan  pemasaran  ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral, Soekartawi (1993 mendefenisikan  pemasaran sebagai aliran barang dari produsen ke konsumen. Dalam pengaliran barang tersebut tentunya bertujuan untuk memuaskan konsumen, sebagaimana yang dikemukakan oleh Sukotjo (1991) yang mendefenisikan pemasaran sebaga suatu  sistem  keseluruhan  dari  suatu  kegiatan  usaha  yang ditujukan  untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan  dan mendistribusikan  barang atau jasa yang dapat memuaskan pembeli/konsumen.

Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengancara mengadakan suatu hubungan.  Dengan demikian pemasaran  bisa juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swastha, 1996).  Pemasaran memiliki konse inti  yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).

Pemenuhan  kebutuhan  dan   keinginan konsumen  sebagai  fakto kuncdalam pemasaran sangatlah tepat karena saat ini pemasaran sebuah produk akan diperhadapkan pada tingkat persaingan  yang sangat ketat. Olehnya itu Gitisudarmo (2000) mengemukakan bahwa konsep pemasaran terbaru saat ini adalah konsep yang berorientaspada persaingan, dimana pengusaha  berpikir untuk memperoleh persaingan  yang lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya dalam melayani konsumen.
Konsep ini tidak hanya menekankan  untuk melayani konsumen sebaik-baiknya, namun harus pula berusaha untuk tampil meyakinkan dan memuaskan di mata konsumen dibandingkan dengan pesaing. Berangkat dari apa yang telah diuraikan, dapat dikatakan bahwa pada dasarnya proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan  oleh konsumen. Atau dengan kata lain mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen yang berkenaan dengan produk, kinerja serta kualitas adalah tahap pertama yang sangat penting dari kegiatan pemasaran.

Kegiatan-kegiatan dalam usaha pemasaran tidak hanya kegiatan memindahkan barang/jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen saja dengan sistem penjualan, tetapi banyak kegiatan lain yang juga dijalankan dalam kegiatan pemasaran. Penjualan hanyalah salah satu dari berbagai fungsi pemasaran. Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baiuntumengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat,  mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut.

Konsep paling pokok yang melandasi pemasaran adalah kebutuhan manusia. Dengan adany perkembangan jaman,   kebutuha berkembang  menjad suatkeinginan mengkonsumsi suatu  produk dengan ciri   khas  tertentu. Munculnya keinginan akan menciptakan  permintaa spesifi terhada suat jeni produk. Seseorang dalam menentukan keputusan pembelian akan mempertimbangkan  nilai dan kepuasan yang akan didapat dari mengkonsumsi suatu produk. Apabila konsumen yakin akan nilai dan kepuasan yang akan didapat, maka konsumen akan melalukan pertukaran dan transaksi jual beli barang dan jasa. Hal inilah yang mendasari terjadinya pasar.

Baca atau Download selengkapnya di sini



NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner

-->