Modul Kewirausahaan (VI) : Kepemimpinan

Dalam  kehidupan sehari-hari  aktivitas  wirausaha  yang tidak  terlepas  dari  sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia.

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi  orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa  sehingga orang lain  mau  melakukan kehendak Pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantung pada kemampuan  pimpinan mempengaruhi  bawahan dalam mengajak dan menyakinkan  mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat.


6.1 Pengertian Kepemimpinan

Menurut Griffin dan Ebert,  kepemimpinan (leadership adalah proses memotivasi orang lain untuk mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.1
Lindsay dan Patrick dalam membaha Mutu  Total dan Pembangunan Organisasi”

mengemukaka bahwa    kepemimpinan adalah suatu  upaya  merealisasikan  tujuan perusahaan dengan memadukan kebutuhan para individu untuk terus tumbuh berkembang dengan tujuan organisasi. Perlu diketahui bahwa para individu merupakan anggota  dari perusahaan. Peterson at.all  mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kreasi yang berkaitan dengan pemahaman dan penyelesaian atas permasalahan internal dan eksternal organisasi.

Dari  ketiga definisi  tersebut dapat dinyatakan bahwa  kepemimpinan merupakan suatu upaya dari seorang pemimpin untuk dapat merealisasikan tujuan organisasi melalui orang lain dengan cara memberikan motivasi agar orang lain tersebut mau melaksanakannya, dan  untuk itu  diperlukan adanya keseimbangan antara  kebutuhan
individu para pelaksana dengan tujuan perusahaan. Lingkup kepemimpinan  tidak hanya terbatas pada permasalahan internal organisasi, melainkan juga mencakup permasalahan eksternal.

Dalam konteks kelompok (tim) bisnis, secara internal seorang ketua tim  harus dapat menggerakkan anggota  tim   sedemikian  rupa  sehingga tujuan dapat dicapai. Seorang ketua tim harus dapat memahami kelebihan dan kekurangan anggota timnya, sehingga dapat menentukan penugasan yang harus diberikan kepada setiap anggota tim. Dilain pihak, secara  ekternal  seorang ketua  tim  harus  dapat  mempengaruhi investor  agar  mau menginvestasikan dananya kepada bisnisnya.

6.2.    Peran Kepemimpinan dalam Manajemen

Kepemimpinan lebih erat kaitannya dengan fungsi penggerakan  (actuating)  dalam manajemen. Fungsi  penggerakan mencakup kegiatan memotivasi, kepemimpinan, komunikasi, pelatihan, dan bentuk-bentuk  pengaruh pribadi lainnya. Fungsi tersebut juga dianggap sebagai tindakan mengambil inisiatif dan mengarahkan pekerjaan yang perlu dilaksanakan dalam sebuah organisasi. Dengan  demikian actuating  sangat erat kaitannya dengan fungsi- fungsi  manajemen  lainnya,  yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan agar tujuan-tujuan  organisasi dapat dicapai seperti yang diinginkan.  Winardi juga mengemukakan bahwa sekalipun terdapat banyak teori tentang fungsi-fungsi manajemen, namun dapat disederhanakan bahwa fungsi    manajemesetidaknya meliputi:perencanaan,  pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan.

Dalam perencanaan telah ditetapkan arah tindakan yang mengarahkan  sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk dapat direalisasikan. Rencana-rencan yang ditetapkan telah menggariskan batas-batas di mana orang-orang mengambil keputusan dan melaksanakan aktivitas-aktivitas. Hal ini berarti telah dilakukan antisipasi tentang kejadian- kejadian, masalah- masalah yang akan  muncul,  dan hubungan kausalitas  antar  pihak terkait dalam suatu organisasi di masa mendatang. Mengingat bahwa di masa mendatang terdapat penuh ketidakpastian, maka antisipasi yang telah ditetapkan pun sering tidak berjalan sebagaimana  mestinya. Untuk ini para manajer harus siap menghadapi keadaan darurat dengan mengembangkan rencana-rencara alternatif.
Dalam  pengorganisasian, manajemen menggabungkan dan    mengkombinasikan berbagai macam sumber daya menjadi satu kesatuan untuk dapat memberikan manfaat yang lebih berdaya guna. Sumber daya tersebut dikelompokkan  sesuai  dengan sifat dan jenisnya, diberikan peran/fungsi, dan dijalin sedemikian rupa untuk dapat saling berinteraksi menjadi suatu sistem. Sistem yang telah ditentukan diarahkan untuk dapat memproduksi barang/jasa sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Dalam organisasi, yang terlibat dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan terdiri  dari  para  manajer, para supervisor,dan para pelaksana.

Dengan rencana yang telah ditetapkan, mereka yang terlibat akan merealisasikannya, bahkan dalam proses mencapai manajemen mutu total. Kegiatan  atau  proyek  suatu organisasi merupakan hasil dari kreasi para manajer atau    hasil    dari    gagasan yang disampaikan oleh para pelaksana, tim,  atau kelompok pekerja. Selanjutnya pihak-pihak tersebut bekerja sebagai suatu tim.

Kepemimpinan berperan sangat penting dalam manajemen karena unsur manusia merupakan variabel yang teramat penting dalam organisasi. Seperti dikemukakan di atas bahwa yang terlibat dan bertanggung jawab atas kegiatan-kegiatan  organisasi terdiri dari para manajer, para supervisor,  dan para pelaksana. Manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda mempunyai kepentingan masing-masing,  yang bahkan saling berbeda dan berakibat terjadi konflik. Perbedaan kepentingan tidak hanya antar individu di dalam organisasi, tetapi juga antara individu dengan organisasi di mana individu tersebut berada. Sangat mungkin bahwa perbedaan hanya  dalam ha yang sederhana namun   ada kalanya  terjadi  perbedaan  yang  cukup tajam. Tanpa kepemimpinan  yang baik, hal-hal yang telah  ditetapkan dalam perencanaan   dan   pengorganisasian  tidak  akan dapat direalisasikan. Kepemimpinan sangat diperlukan agar  semua  sumberdaya yang telah diorganisasikan dapat digerakkan untuk merealisasikan tujuan organisasiDomingo, dalam membahas kepemimpinan kualitas (quality leadership) mengemukakan bahwa manajemen tingkat puncak harus kokoh berinisiatif untuk mengedepankan pentingnya kepemimpinan  kualitas. Pimpinan puncak harus  mendorong seluruh  pegawai  dan  harus  menjadi  teladan. Segala pikiran dan  perkataannya harus merefleksikan filosofi kualitas yang diterapkan perusahaan. Pimpinan puncak harus berpikir dan bertindak demi kualitas  dalam  segala situasi  dan  bersedia  mendengarkan siappun, bahkan  dari   seseorang  yang berada  di   tingkat  palinbawah,   yang   mau menyumbangkan pendapatnya untuk peningkatan kualitas.

Baca atau Download selengkapnya di sini


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner

-->